Viral! Kakek 61 Tahun Tega Perkosa Siswi SD, Begini Kronologinya

Di Bekasi seorang kakek tidak mengakui perbuatannya yang mengirimkan surat cinta dan memperkosa siswi SD. Kakek berinisial AR (61) ini digerebek oleh warga setelah perbuatannya terbongkar.

Kebiasaannya mengirimkan surat cinta pada siswi kelas 6 SD ini ternyata sudah diketahui oleh ketua RT setempat. Namun, kakek tua ini bersikukuh tidak mengakui perbuatannya.

Kronologinya, AR diduga dua kali memaksa F bertemu dengannya di lapangan parkir yang ternyata lapangan parkir tersebut yang tidak lain adalah halaman kontrakan si pelaku sendiri.

Bahkan menurut keterangan ketua RT setempat, Sukin (61) dia mengatakan bahwa di bulan Maret 2019 yang lalu, F juga pernah dicabuli oleh AR namun F menutup mulutnya.

Berlanjut di bulan Agustus 2019 AR kembali mencabuli anak SD ini.

“Memang kakek ini (AR) mengincar yang satu ini, si korban ini,” begitu ujar Sukin seperti yang dilansir dari Kompas.com.

“Si pelaku sering kirim surat, surat cinta, surat tulis tangan,” tambahnya lagi.

Semua pernyataan ini berasal dari ayah korban yang curiga dengan semua surat yang berinisial “Alfa Romeo”. Ada salah satu isi surat yang bertuliskan kata-kata gombal isinya seperti ini.

Surat AR pada siswi SD berinisial F | islamidia.com

“ibumu telah mencaci-maki aku habis-habisan atas sesuatu yang tidak aku lakukan padamu,” tulis AR.

“Orangtua lapor ke RT, pertama kan ke saya dulu, terus ke RT tempat pelaku. Kita tanya ke si pelaku, ini bener tulisan Bapak, saya pancing-pancing, saya tunjukin, saya bacain,” begitu ungkap Sukin.

“Dia mengakui” lanjutnya.

Namun untuk perbuatan mencabuli korban, pelaku masih belum mau mengakuinya. Selang beberapa hari kemudian korban beserta ayahnya melaporkan kejadian ini. Akhirnya korban menjalani proses visum.

Akhirnya hasil visum keluar dengan hasil yang mengejutkan kenyataannya korban benar-benar diperkosa.

Hasil tersebut lantas membuat pihak keluarga korban geram dan langsung melaporkan pelaku secara resmi ke Polres Metro Bekasi Kota saat itu masih di tanggal 19 Agustus 2019.

Namun sayangnya polisi tidak langsung melakukan penangkapan bahkan kasus pun berlarut sampai bulan September, akhirnya warga yang sudah gerah dengan tingkah kakek cabul ini bertindak sendiri.

“Setelah proses lapor, kemudian visum, saksi teman anak dipanggil, dan ada surat pemeriksaan. Setelah hampir seminggu lebih, kok polisi enggak ke rumah pelaku. Warga kan gerah, ini orang (AR) masih ada terus,” begitu katanya.

“Terus ada pemuda sini, gerebek (AR) hari Jumat (13/9/2019) pagi,” lanjutnya. Menghindari AR mendapat amukan massa, Sukin langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Hingga akhirnya AR diamankan oleh polisi.