Viral! Aksi Bully Siswa Pelajar SMA di Prabumulih, Ini Kronologi Lengkapnya

Kepala SMA Negeri 4 Prabumulih

Baru-baru ini warganet digegerkan dengan kabar adanya perilaku bullying yang dilakukan oleh siswi SMA Negeri 4 Kota Prabumulih di Tanjung Rambang wilayah Sumatera Selatan.

Sekolah yang tadinya menjadi gudangnya ilmu dan seharusnya member kenyamanan dan ketenangan bagi seorang siswa menjadi tempat yang sangat mengerikan untuk seorang pelajar korban bullying.

Kasus seperti ini sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sudah banyak korban yang trauma akibat bullying.

Kali ini, bullying berupa kekerasan yang dilakukan oleh siswa SMA terhadap adik kelasnya. Dalam video yang beredar pelaku bullying mengenakan seragam batik berwarna hijau.

Sedangkan si junior mengenakan seragam pramuka. Tidak hanya melukainya dengan kata-kata, sang senior juga mendorong kepala hingga beberapa kali dan melarangnya untuk melapor pada guru.

Video yang di upload oleh akun @viral.prabumulih pada Sabtu (24/8/2019) ini semakin viral dan mendapat tanggapan dari salah seorang sumber.

“Benar itu pelajar Prabumulih, tepatnya pelajar SMA Negeri 4 Kota Prabumulih di Tanjung Rambang, ” begitu kata salah satu sumber namun tidak ingin namanya disebutkan seperti yang dilansir pada Tribunsumsel.com.

Selang beberapa waktu pihak sekolah memberikan tanggapan mengenai video bullying yang terjadi di sekolahnya ini.

Pak Dahril Amin selaku Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Prabumulih ini membenarkan identitas si pelaku bullying.

Kepala sekolah SMA Negeri 4 Kota Prabumulih | Instagram @viral.prabumulih/TribunSumsel

“Benar itu siswa kita yang senior itu D (Inisial-red) kelas 12 dan yuniornya A kelas 10 atau murid baru,” begitu ungkap Dahril Amin, seperti yang dilansir pada TribunJakarta.com, Sabtu (24/8/2019).

“Kami sebetulnya belum mengetahui apa sebetulnya masalah yang terjadi, untuk itu kita panggil kedua orang tua siswa tersebut. Siapa tahu itu hanya main-main saja, belum tahu kita,” begitu jelasnya.

“Kejadian pada Kamis (22/8/2019) lalu di lingkungan sekolah,” begitu tuturnya.

Untuk menyiasati kejadian ini, Dahril Amin berinisiatif mencari info sebanyak-banyaknya tentang kejadian ini, dan jika aksi bully ini benar-benar terjadi karena unsur kesengajaan maka pihak sekolah akan memberikan sanksi yang cukup tegas pada keduanya.

“Jika memang benar kita akan berikan sanksi, bisa dengan mengeluarkan keduanya dari sekolah karena jika memang benar maka ini kejadian luar biasa,” tuturnya lagi.

Yang mengejutkannya, hasil dari pertemuan antara orang tua siswa, RT, RW, dan Komite Sekolah dari pihak bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih ini Dahril Amin bisa mengambil kesimpulan bahwa video yang beredar adalah video prank atau hanya lelucon saja.

“Jadi setelah kita panggil dan dipertemukan semua ternyata video itu dibuat para siswa itu hanya untuk lucu-lucuan saja,” begitu kata Dahril Amin.

Bahkan sebelumnya siswi berinisial D itu sempat menjelaskan bahwa video tersebut hanyalah lelucon, dan mereka semua sudah saling meminta maaf.

“Pengakuan mereka itu hanya untuk dibagikan di group Whatsapp mereka saja, untuk seru-seruan katanya,” kata Dahlan Amin.

“Mereka sudah saling meminta maaf dan video itu tidak seperti yang sebagaimana kejadian sebenarnya,” jelas Pak Kepala SMA Negeri 4 Prabumulih itu.

Adanya penjelasan ini membuat pihak keluarga A berinisiatif untuk mencabut laporannya yang sudah dimuat di unit PPA Polres Prabumulih.

“Setelah mendengar penjelasan dalam pertemuan kami lakukan, orang tua korban mengatakan akan mencabut laporan,” tuturnya lagi.

Penjelasan ini sudah diverifikasi oleh Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH. Meskipun begitu, proses penyelidikan masih terus berjalan hingga kasus benar-benar sudah ditutup.

“Iya betul sudah dilaporkan ke PPA Polres Prabumulih,” katanya.

“Sekarang sedang ditangani petugas unit PPA Satreskrim Polres Prabumulih,” jelasnya menutup pembicaraan.

Sharing is caring!

Leave a Reply