Viral Aksi Balasan Bullying Siswa Malaysia, Korban Tendang Pelaku Hingga Terpental

Seorang siswa berusia 14 tahun di Malaysia membuat kagum warganet.

Siswa tersebut diketahui kerap mendapatkan bully.

Namun tak seperti korban bully lainnya, siswa ini justru dapat membalasnya bullying dari teman sekelasnya.

Hal itu nampak dari video yang beredar di media sosial Facebook dan Twitter yang akhirnya menjadi viral.

Dalam video tersebut awalnya siswa ini hanya duduk sembari memegang wajahnya.

Sementara di kiri dan kanannya ada teman sekelasnya yang memukulnya.

Bahkan ada yang menaruh tas di atas kepala anak tersebut lalu melancarkan tendangan.

Tidak tahan dibully teman-temannya, anak tersebut akhirnya bangkit dan mulai membalas salah satu temannya.

Dia lalu melancarkan tendangan dan pukulan ke bocah tersebut.

Melansir dari Malaysia Kini pada hari Kamis, 21 November 2019, insiden bullying ini dibenarkan oleh Wakil Kepala Polisi Kelantan, Abdullah Muhammad Piah.

Abdullah menuturkan jika siswa tersebut telah diserang oleh teman sekelas pada puku 10.30 waktu setempat.

Alasan yang dilontarkan karena siswa tersebut tidak mau menuruti perintah sekawanan teman sekelasnya itu.

“Karena sudah tidak tahan lagi dibully, maka korban bereaksi dengan menyerang salah satu anak yang merisaknya,” ucapnya.

Korban yang tidak disebutkan namanya tersebut melayagkan laporan ke Kantor Polisi Distrik Pasir Puteh, yang mengaku dirinya diserang karena tidak mengerjakan PR teman-temannya.

Polisi setempat akhirnya bergerak cepat dengan melakukan penahanan terhadap 10 teman kelas korban untuk dimintai keterangan.

Mereka ditahan mengacu pada Pasal 147 Hukum Pidana, dan dibebaskan dengan jaminan.

Sementara diketahui dari pernyataan ayah korban yang bernama  Mohd Khaiurl Anuar Razak mengungkapkan jika anakya mendapatkan perlakukan perundungan seperti itu sebanyak dua kali di sekolah.

Perundungan pertama kali terjadi pada awal tahun 2019.

Tetapi ayah korban mengaku tidak mengadukannya ke polisi karena masalah tersebut sudah dimusyawarahkan dengan pihak sekolah.

Dan dirinya sekarang tidak menyangka jika kejadian itu akan terulang lagi untuk anaknya.

Kasus perundungan semacam ini sesungguhnya masih banyak terjadi, termasuk dari kalangan siswa.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Songgon, Banyuwangi pada 16 Agustus 2019 lalu.

Aksi perundungan ini dilakukan di sekolah dari siswa SMP terhadap temannya hingga viral setelah videonya menyebar di sosial media.

Video berdurasi sekitar 15 menit itu diunggah oleh pengguna Facebook dengan akun Ristin Handayani.

Melansir dari media online, RIstin mengaku sudah melaporkan kejadian memprihatinkan ini kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Annas melalui fitut Facebook Massenger.

“Pak tolong itu ditindaklanjuti terhadi di SMPN 1 Songgon,” kata Ristin pada screenshot percakapannya dengan Bupati Annas.

Nampak dalam video, awalnya korban dikerjai oleh dua orang temannya.

Namun dari arah belakang, salah seorang siswa lainnya menendang korban di bagian punggung dengan cukup keras.

Bahkan karena tendangan itu, korban langsung terpental dan jatuh tersungkur ke selokan.

Korban terlihat kesakitan sambil mengelus kaki kanannya.

Setelah korban terjatuh, teman-temannya bukannya menolong tapi malah mendorong kepala korban dengan menggunakan kaki.

Ada pula yang menertawakan kejadian perundungan ini.

Terkait laporan kepada dirinya, akhirnya kasus tersebut mendapat respon dari Bupati Annas.

Para pelaku dan korban diakuinya sudah dibina agar tidak terjadi kasus serupa di masa mendatang.

Aksi tak terpuji ini diakuinya bermula dari gurauan yang terlewat batas.

Namun dalam menyikapi kasus bullying ini Anas meminta masyarakat untuk bijak, mengingat pelaku dan korban merupakan generasi muda yang masih memiliiki masa depan panjang.

Pembinaan dirasa perlu untuk memberikan pembelajaran karakter pada korban maupun pelaku.

Yuk, bersama kita stop bullying!