Tragis! Ternyata Begini Akhir Kisah Vina Garut, Korban Video Panas

Masyarakat masih geger dengan adanya skandal video panas yang dilakukan oleh Vina Garut. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki dan berusaha mengusut persoalan ini hingga tuntas.

Namun, saat proses penyelidikan belum selesai secara tuntas, tiba-tiba salah satu pemeran dari video Vina Garut ini angkat bicara berkaitan dengan video panas tersebut.

Ternyata di balik video viral panas tersebut ada kisah yang cukup kelam dan menggetarkan hati siapapun yang membacanya. Terutama bagi remaja yang nekat menikah muda dan saat ini sedang dimabuk cinta.

Setelah puluhan videonya sudah tersebar di media sosial dan muncul sebuah akun Twitter yang memang memperjualbelikan video tersebut dengan harga Rp 50.000, barulah V membuka suaranya.

Ternyata, masyarakat sangat tanggap dengan adanya video panas ini karena itulah polisi dengan sigap langsung membekuk dua tersangka pelaku video panas tersebut.

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, Polres Garut berhasil menangkap A dan V, ternyata keduanya adalah sepasang suami istri.

Bahkan dengan sadar mereka berdua merekam adegan tak senonoh tersebut saat masih terikat pernikahan. Dengan sangat tega A menawarkan V dengan uang sejumlah Rp 500.000 namun dengan syarat harus melakukan hubungan intim dengan lelaki lain.

Yang mengejutkan lagi, ternyata si A ini juga menyukai sesama jenis (lelaki). Seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

“Untuk V motifnya ya cari uang. Dapat bayaran Rp 500.000 sampai Rp 700.000, sedangkan A untuk kepuasan saja. Ia juga bisa bermain dengan pria lain,” begitu ungkap Budi.

Seperti yang dikutip oleh TribunJabar, ternyata ada masa lalu kelam di balik cerita V. Semua diungkapkan secara jelas oleh Budi Rahadian, pengacara V.

Dulunya saat remaja V dikenal sebagai seorang siswi yang cukup berprestasi. “Prestasi akademiknya bagus, meski hanya lulusan SMP. Nilainya di atas 80, bahkan ada yang 95,” tutur Budi.

Namun, tidak lama setelah itu semua prestasinya mulai sirna dan menurun ketika orangtuanya memutuskan untuk berpisah. Akibatnya, V semakin jarang bertemu dengan ayahnya.

Merasa tidak diperdulikan lagi, V membulatkan keputusan secara terpaksa untuk menerima lamaran dan menikah dengan A saat masih berusia 19 tahun di tahun 2015.

“Dia ketemu bapak kandungnya waktu mau nikah. Setelah itu tidak ketemu lagi sampai sekarang. Dari kecil tinggal sama ibunya,” begitu jelas Budi.

Saat ini, dengan segala upaya pengacara Budi sedang memperjuangkan kasus yang dialami oleh V.

“Penangguhan sudah diajukan. Tinggal menunggu pertimbangan penyidik soal dikabulkan atau tidak,” tutur pengacara.

Ini karena penyebaran video panas ini membuat kesehatan mental kliennya semakin terganggu.

“Psikologisnya sudah kena. Makanya kami minta penangguhan. Untuk pemulihan yang bersangkutan dulu,” begitu katanya lagi.

Kabar mengejutkan yang terbaru adalah penyakit yang diderita oleh A ini ternyata sudah tergolong parah, positif HIV AIDS, stroke, dan juga mengalami kelainan biseksual.

Seperti yang dilansir dari TribunSumsel bahwa di video tersebut diperankan oleh empat orang, A, V, dan A mengajak dua orang temannya yang lain.

Tiga sudah tertangkap, tinggal satu yang masih menjadi buronan karena saat itu dia mengenakan topeng. V dan B berhasil ditangkap tragisnya saat si A hendak ditangkap ternyata dia sedang mengalami struk di rumahnya.

Setelah dilakukan tes HIV AIDS, ternyata V dan B negatif HIV namun A positif HIV AIDS. “Tersangka A juga menderita stroke. Makanya tidak ditahan,” begitu kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

Sakit mematikan yang dideritanya ternyata sudah menggerogoti tubuhnya hampir setahun lamanya. A dan V juga sudah lama bercerai. Setelah bercerai, A menjadi pengangguran sementara V menjadi penyanyi panggung.

Usut punya usut ternyata V dipaksa untuk melakukan adegan tersebut dengan pria yang tidak dikenalnya demi menjaga keutuhan rumahtangganya dengan A.

Tersangka V sedang menunjukkan salah satu lokasi | TribunSumsel.com

Bahkan A sendiri yang memaksanya dengan alasan agar dia tidak berhubungan dengan wanita lain. Tentu saja V yang masih polos sangat takut akan hal tersebut, mengingat dirinya juga sudah ditinggal oleh orangtuanya.

“Saya mikirnya kalau ditolak pasti dimarahi. Apalagi suami terus minta. Pertamanya saya tolak. Tapi dia mendesak terus,” begitu ungkap V saat berada di Mapolres Garut pada Rabu (21/8/2019).

Meski merasa canggung dan tidak nyaman saat melakukan adegan tersebut, terlebih lagi melakukannya beramai-ramai dan ditonton oleh orang lain. V dipaksa harus terlihat menikmati jika tidak ingin dimarahi oleh suaminya.

“Jadi kepaksa harus menikmati. Sebenarnya enggak nyaman cuman mau gimana lagi, ” begitu ucapnya. Dengan berat hati dan sangat menyesal, V harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya.