Niat Rayain Ultah, Remaja Ini Malah Ditahan Polisi Singapura Gara-gara Bedak Ketek

Niat hati ingin bersenang-senang di hari ulang tahunnya, remaja asal Indonesia  bernama Sharon dan kedua temannya malah ditangkap kepolisian Singapura.

Bedak ketiak yang dibawanya liburan itu menjadi pangkal dari semua kekacauan yang dialaminya.

Pasalnya bedak ketiak itu ditaruhnya di stoples bekas madu.

Namun jadinya bedak itu dikira narkoba.

Pihak hotel tempatnya menginap serta merta mengadukan Sharon dan kedua temannya ke kepolisian setempat hingga mereka di penjara selama 14 jam.

Namun pada  akhirnya tuduhan tersebut tidak terbukti karena benda tersebut adalah bedak ketiak, bukan narkoba.

Sharon bersama dua temannya akhirnya dibebaskan.

Dalam akun Instagram @sharoniaparuntu, melalui instastory  yang dibuatnya dia menjelaskan kalau baru saja keluar dari Police Cantonment Complex di Singapura akibat bedak ketiak yang dibawanya.

Sharon harus mendekam di penjara selama 14 jam.

Alhasil semua rencana perayaan pesta ulang tahunnya menjadi kacau.

Sharon dan teman-temannya menginap di Hotel W Sentosa Singapura.

Namun pihak hotel ini malah menangkap Sharon dan kedua temannya yang diduga membawa narkoba, tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

Bahkan Sharon dan teman-temannya dibawa secara kasar ke kantor kepolisian.

Tangannya diborgol dan itu sangat memalukan disaksikan penghuni hotel lain yang pasti berpikir mereka telah melakukan tindakan kriminal.

“Mereka memenjarakan kita di ruang penjara dan kami semua tidur di lantai seperti hewan, padahal anjing saya saja mendapat tempat tidur yang lebih layak dan mendapat makan tiga kali sehari. Kami di kantor polisi cuma dikasih makan sekali,” tulis Sharon.

Sharon juga menceritakan pengalamannya bagaimana pihak hotel melaporkan dirinya dan teman-temannya ke polisi.

Kronologinya, sekitar pukul 2 pagi waktu setempat, dua temannya sedang mengalami kejadian tidak mengenakkan saat di kamar mandi.

Mereka terjebak di dalam kamar mandi dan tidak bisa keluar karena pintu kacanya tidak bisa dibuka dengan lancar.

Sampai akhirnya mereka  menyerah mendapati pintu kaca kamar mandi hampir pecah saking mereka berusaha untuk keluar.

Mereka pun memutuskan untuk menelpon pihak hotel untuk segera membukakan pintu kamar mandi itu.

Pihak hotel pun datang, lalu membantu kedua remaja itu untuk membuka pintu kamar mandi.

Dan setelah mereka keluar dari kamar mandi, pihak hotel lalu melihat bedak ketiak yang ditaruh di stoples dan menganggapnya sebagai narkoba.

Beberapa saat setelah pihak hotel keluar dari kamar hotel Sharon, kepolisian tiba-tiba datang dan terjadilah insiden penangkapan terhadap remaja-remaja Indonesia ini.

Beberapa penghuni hotel menyaksikan aksi penangkapan ini, Sharon dan teman-temannya merasa malu dengan adanya insiden penangkapan mereka.

Sementara itu, ibu dari Sharon Paruntu pun menyesalkan kejadian yang dialami anaknya selama liburan di Singapura ini.

Melalui akun facebooknya Stanley Paruntu membenarkan kejadian penangkapan anaknya oleh kepolisian Singapura di Hotel W Sentosa Singapura.

“Kasihan anakku birthday-nya di kantor polisi dipenjara! Sebab Hotel W Sentosa Singapura membuat laporan anakku pesta narkoba, padahal yang mereka curigai adalah tawas deodoran bubuk atau bedak ketiak bubuk yang ditaruh di kantung obat,” Tulis Stanley.

Postingan Stanley ini  sudah dibagikan ulang lebih dari 6 ribu kali dan mendapat beragam komentar warganet.

Tidak sedikit warganet yang merasa tercengang atas insiden penangkapan Sharon dan teman-temannya di hotel Singapura.

Menurut mereka, ini jadi pembelajaran untuk lebih berhati-hati membawa barang di perjalanan.

Ada pula yang mengomentari prosedur investigasi kepolisian setempat yang cukup baik.

Bahkan ada pula yang bahkan berkomentar jika kejadian itu jadi kejutan ulangtahun paling dikenang untuk Sharon.

    1. Sandy Jr. 27 November 2019

    Leave Comments