Heboh Video Salib UAS, Begini Tanggapan Umat Katolik dan Klarifikasi Ustadz Somad

nasional.tempo.co
Ustadz Abdul Somad

Sebuah video dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) baru-baru ini menjadi viral setelah diunggah ke sosial media.

Ceramahnya yang mengomentari Salib dan patung kini banyak jadi perbincangan hingga membuatnya tersandung kasus penistaan agama.

Dalam video singkat yang tersebar di dunia maya, UAS mengungkit hukum melihat salib usai melihat pertanyaan jamaah dari selembar kertas.

UAS menjawab pertanyaan seputar salib, dan ia pun menjawab jika salib merupakan jin kafir.

Entah kapan video tersebut dibuat namun setelah beredar di internet, Ustadz Somad pun kembali menuai banyak kritik hingga membuat dirinya dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur.

Karena video itu pula banyak umat Kristen dan Katolik yang merasa UAS telah menghina Tuhan dan agama mereka.

Atas ucapannya tersebut UAS lantas dilaporkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMK) ke pihak berwajib.

Pengurus GMK Korneles Galanjinjinay menerangkan jika alasan mereka melaporkan Ustadz Abdul Somad bukan semata-mata untuk membela satu agama, namun lebih pada membela kepentingan bangsa.

Sebab, pernyataan UAS yang beredar saat ini telah membuat masyarakat di luar sana baik di dunia maya ataupun dunia nyata mulai gaduh dan terpecah belah.

Guna memperkuat laporan, Kornales pun membawa sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen dan rekaman video yang viral di sosial media.

Senada dengan hal tersebut, Sie Komunikasi Sosial Paroki Santo Hilarius Klepu, Kecamatan Sooko Luciana Suryani menyebutkan jika apa yang diucapkan UAS lantaran Ustadz Somad sendiri tidak tahu tentang ajaran Katolik.

“Kalau saya lihat karena UAS tidak tau, makanya dia berbicara seperti itu,” ujarnya.

“Kalau saja dia belajar tentang Katolik maka dia akan menghargai,” sambung Suryani.

Karena itulah Suryani sangat menyayangkan sikap UAS yang seharusnya saling menghargai penganut agama lain dan tidak memecah belah bangsa.

wartaekonomi.id
Ustadz Abdul Somad

Menanggapi videonya yang tengah viral, UAS pun akhirnya buka suara.

Klarifikasi yang disampaikan oleh UAS tersebut diunggah dalam akun resmi sosial media YouTube miliknya FSRMM TV pada Minggu (18/8/19).

“Pertama-tama saya menjawab tertanyaan, bukan membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami,” penjelasan UAS dalam videonya.

UAS pun menjelaskan jika video tersebut sebenarnya telah berlangsung 3 tahun yang lalu, namun memang baru saja viral akhir-akhir ini.

Polemik yang terjadi dalam ceramahnya itu terjadi di Masjid An-Nur Pekanbaru.

UAS hanya bermaksud menjawab pertanyaan dari jemaah tentang patung dan kedudukan Nabi Isa As yang telah tercatat dalam Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW.

“Itu pengajian di dalam masjid tertutup bukan stadion, bukan lapangan bola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam,” sambung UAS.

UAS juga menegaskan jika dirinya kerap berdakwah dengan metode tanya jawab agar memberi ruang umat muslim yang datang untuk bertanya berbagai pertanyaan mengganjal.

Karena ceramahnya telah diambil 3 tahun lalu, UAS pun heran mengapa video tersebut baru viral akhir-akhir ini.

“Kenapa baru diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya hanya serahkan ke Allah SWT. Sebagai WN yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya merasa tidak salah dan tak ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.

Atas video klarifikasinya itu pun UAS merasa tak bersalah dan siap mengikuti aturan hukum yang berlangsung.

Pun demikian, jejak digital yang telah terlanjur dikonsumsi masa ini dinilai cukup meresahkan umat Nasrani.

Sharing is caring!

Leave a Reply