Aneh tapi Nyata! Ratusan Orang Berkumpul Menyaksikkan Pemakanan Ikan, Kok Bisa?

ilustrasi | Kompas.com

Pada hakikatnya, pelayat datang sebagai bentuk ucapan belasungkawa terhadap keluarga dari orang yang meninggal.

Namun apa jadinya jika yang meninggal adalah seekor ikan?

Pelayat berdatangan untuk seekor ikan yang bernasib nahas itu.

Sontak berita ini menjadi viral saat diunggah oleh akun Instagram @houseofhighlights.

Seorang pemilik akun Instagram @evan_conner mengirimkan video itu kepada @houseofhighlights.

Tampak dalam video itu Evan memakai jas bersama segerombolan temannya.

Terlihat pula tulisan RIP (rest in peace) di atas kotak yang membawa ikan  yang diberi nama Dick itu.

“They held a funeral for their fish and over 200 people showed up. (submitted by @evan_corner, @merrillwanna_),”caption dari akun instagram @houseofhighlights.

Diketahui peristiwa ini terjadi di Amerika Serikat.

Sejak diunggah, video itu sudah dilihat lebih dari 1 juta kali dengan komentar beragam warganet dari seluruh belahan dunia.

Tidak sedikit dari mereka yang merasa takjub dengan banyaknya pelayat  yang menyaksikan penguburan ikan itu, bahkan ada pula yang melihat video itu cukup menghibur dan lucu.

Hingga berita ini viral belum jelas diketahui apa motivasi dari penguburan ikan yang bisa mendatangkan ratusan pelayat itu.

Mungkin saja ikan yang dikuburkan adalah salah satu ikan kesayangan dari orang-orang yang berduka.

Atau mungkin ikan itu memiliki jasa bagi orang-orang yang berduka, sehingga mereka rela untuk hadir melayat ikan tersebut.

Atau bahkan penguburan ikan yang didatangi para pelayat itu adalah bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Dilansir dari laman covesia.com, ada kisah serupa soal pemakaman ikan.

Kali ini yang dimakamkan adalah ikan jenis hiu tulul.

Dikisahkan ikan hiu tulul terdampar dan tewas pada hari Sabtu 19 Oktober 2019.

Nelayan di pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menjalani proses penguburan ikan hiu tulul itu layaknya menguburkan manusia.

Ikan hiu itu bahkan dikafani di bagian kepala dulu sebelum dikuburkan dengan alat berat.

Menurut nelayan, mengkafani ikan hiu tutul tersebut sebagai bentuk menghargai dan menghormati ikan besar yang sudah tua hidup di dalam laut.

Apalagi ikan hiu tersebut mati di perairan tempat mereka bisa melaut dan menangkap ikan.

Sementara mengkafani ikan di bagian kepala ikan adalah salah satu bentuk permintaan maaf dari pelayan kepada ikan jenis hiu tersebut.

“Kata orang pintar, kita harus menghormati dan menghargai hiu besar itu. Sebab, hiu itu adalah hewan laut yang cukup tua dan sangat lama hidup di perairan kita,” kata pelayan yang diketahui bernama M. Rasid.

Dikatakannya juga pernah ada ikan yang terdampar di perairan Taluk Batuang Batangkapas.

Mereka belum tahu apakah terdamparnya ikan itu mendatangkan pertanda bagi nelayan di sekitar.

Ada ketakutan yang tersirat dalam pernyataan para nelayan tersebut.

Mereka berharap semoga dengan menguburkan hiu itu dengan pantas, semua hal berjalan lancar termasuk pada hasil tangkapan ikan mereka di kemudian hari.

Bahkan dengan kejadian ini seorang petugas dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang turut mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para pelayan terhadap ikan hiu itu.

Hal itu menandakan jika para pelayan itu peduli dengan laut dan seiisinya.

Hal itu juga mengisyaratkan jika para nelayan punya kesungguhan untuk melindungi laut dan seisinya di perairan di Indonesia.

Sharing is caring!

Leave a Reply